Friday, January 3, 2020

Dirimu Mulai Pergi?

Dirimu Mulai Pergi?

Dirimu Mulai Pergi?


Perasaanku - Dirimu Mulai Pergi?
Selamat malam semua, kali ini Aku sedikit berbagi perasaan tentang apa yang Aku rasa. Benar - benar apa yang Aku rasa saat ini. Malam hari ini.
Saat ini Aku dipenuhi dengan perasaan bersalah, cemburu, bahkan penyesalan. Karena sikapku yang membuat Kita menjadi jauh, Aku terlalu egois, dan terkadang mengatur. Mungkin Kamu jenuh dengan Aku, sehingga mulai ada jarak di antara Kita, tidak lagi seperti waktu itu.

"Dirimu Mulai Pergi?". Karena Aku merasa Kita mulai jauh, dirimu mulai berbeda, membalas pesannya pun tidak secepat dulu.
Entah kenapa, ketika Aku mulai menyayangimu, berharap kepadamu, Kamu malah mulai berbeda. Dan sudah beberapa hari semenjak hari itu, kita tidak lagi bertukar pesan, hanya saling melihat instastory. Bahkan Aku terkadang membuat instastory khusus untukmu, untuk menarik perhatianmu. Tapi tetap saja, kita masih belum bertukar pesan.

Waktu itu Aku sedikit kecewa terhadapmu, sehingga sikapku sedikit berbeda dari biasanya. Sedikit cuek, tapi Aku tidak bermaksud seperti itu, namun keadaan yang memaksa Aku melakukan itu. Jujur saja, di balik sikap cuek ku, Aku masih sama, dengan perasaan yang sama juga. Bahwa, malam ini, besok, lusa, ataupun minggu depan, Aku masih tetap menyayangimu, dan masih ingin kita berasama.

Dan malam ini Aku benar - benar merindukanmu. Entah sekarang Kamu sedang dimana, dan sedang berbuat apa. Tapi semoga saja Kamu baik - baik saja, dan tidak banyak fikiran.
Aku hanya bisa berdoa yang baik untukmu. Selain itu, Aku tidak tahu harus apa?
"Salah satu yang membuatku sulit untuk tertidur
Adalah Kamu.
Selalu teringat kenangan Kita, saat masih dekat
Dan Aku tidak ingin berakhir begitu saja."
Iseng Aku melihat instastory-mu, terlihat Kamu bersama pria lain. Sepertinya itu teman sekolah mu. Aku tidak tahu itu siapa, yang jelas Aku cemburu.
Aku ingin bersikap dewasa, membiarkanmu bergaul dengan siapa pun yang Kamu mau, tapi api cemburu ini begitu besar, sehingga terkadang membuatku negative thinking tentangmu.
Padahal sebelum Aku mengenalmu, Aku yakin Kamu sudah mengenal dirinya. Malah Aku tidak ingin Kamu berdekatan dengan dia. Benar - benar egois.
"Maaf Aku pernah membuatmu marah.
Maaf Aku pernah membuatmu kecewa.
Maaf juga, terlalu banyak kata maaf
Sehingga membuatmu sulit untuk percaya lagi kepadaku."
Kini penyesalan mulai datang, ingin rasanya memutar waktu agar Aku tidak melakukan kesalahan itu. Agar malam ini kita masih bisa dekat, dan besokpun juga begitu, tidak seperti ini. Hanya bisa lihat instastory, tanpa bertukar pesan. Hanya bisa melihat status bahwa Kamu "online" tapi tidak berani mengirim pesan. Aku tidak ingin kita seperti ini, Aku ingin selalu dekat denganmu, karena hati inipun juga begitu.
 "Masa ketika Kita kenal, lalu bersama, dan akhirnya berpisah. Itu menjadi suatu kenangan, kita pernah dekat. Namun pada akhirnya berpisah.
Tapi, jika Kamu benar ingin pergi, Aku tidak bisa memaksa untuk bertahan.
Karena pada dasarnya kita berkenalan tanpa sengaja, ada rasa yang tumbuh pun begitu. Kita bisa berencana, namun Tuhan yang menentukan. rencana kita sesuai harapan atau tidak.
Tapi harapkan ku, Kita kembali bisa dekat lagi.
"Bahkan jika Kamu ingin pergi,
Dan Aku paksa tetap bersama,
Memperbaiki masalah kita.
Aku tidak yakin Kita akan baik - baik saja."
"Namun, jika memang Kita di takdirkan untuk bersama. Kita pasti akan dekat kembali, entah itu bagaimana caranya."

This Is The Newest Post

1 comments so far

wah, keren mas ceritanya! ohya kalo mas ada waktu luang, visit blog saya juga ya! exte-team,com terima kasih


EmoticonEmoticon