Rabu, 27 November 2019

Hello There, Dirimu Dan Perasaanku

Hello There, Dirimu Dan Perasaanku

Hello There, Dirimu Dan Perasaanku


Hello There, pernah tidak merasakan berulang kali dikecewakan, ketika sudah mulai percaya? Ditinggal pergi ketika kita sudah ada rasa, pergi begitu saja tanpa sepatah kata? Dan, Kita pasrah begitu saja menerima dia pergi. Karena yang dia mau begitu,
Kita tidak bisa menahan seseorang untuk bahagia, meskipun kebahagian itu tidak bersama Kita.
Jika pernah, tulisan ini tentang perasaanku. Perasaan tentang diri yang mulai berharap, namun entah kenapa pada akhirnya berakhir dengan kekecewaan. Dan lagi, ketika diri ini kembali berharap, Kita seperti trauma dan berfikir ini akan berakhir dengan cerita yang sama. Dia pergi tanpa suatu alasan, pergi begitu saja.

Harapan bisa bersama, selalu datang ketika Kita mulai nyaman, namun ada rasa takut akan kehilangan. Begitu tinggi rasa takut akan kehilangan, sehingga yang ada dalam benak,
Berapa lama Kamu akan tetap seperti ini, menemaniku yang tidak jelas ini. Selalu membuatku tersenyum ketika sebuah pesan darimu tiba dipagi hari.

Itulah yang ada di benak ketika Aku mulai nyaman dengan seseorang, takut dikecewakan. Karena hati ini begitu sering terluka ketika mulai percaya. Selalu ada rasa takut untuk kehilangan, jadi
Aku tahu ini akan berakhir, cepat atau lambat. Namun Aku selalu menikmati ketika Kita dekat. Entah itu kapan. Tapi Aku selalu mencoba menikmati setiap waktu yang Kita lalui bersama, dalam bertukar pesan, ataupun bertukar suara di telepon genggam. 
Aku berharap suatu saat kita kembali bertemu, mencurahkan rasa rindu yang saat itu belum terwakili. Memang waktu akhir - akhir ini begitu cepat berlalu, namun ku harap saat bersamamu waktu lambat dan terasa lama. Sehingga Aku bisa merasakan setiap detik ketika kita bersama.

Memang konflik sering terjadi, karena Kita memiliki kehidupan pribadi. Ketika Kamu lama untuk membalas pesanku, padahal Aku begitu cepat ketika membalas pesanmu, ataupun sebaliknya. Tapi itu hanya tentang ego Kita.
Semoga Kita tidak saling balas dendam, karena semakin lama bisa - bisa Kita tidak lagi saling bertukar pesan.

Selalu berdoa, semoga ini tidak sama. Namun trauma mengingatkan banyak rasa kecewa. Sehingga ketika hari akan berganti, malam mulai menyelimuti.
Apakah esok akan sama seperti ini? Atau Dia mulai pergi?
Itu yang selalu Aku rasa.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon