Puisi Mungkin Aku Bukan Pujangga - Perasaanku

Tuesday, April 4, 2017

Puisi Mungkin Aku Bukan Pujangga

Puisi

Puisi Mungkin Aku Bukan Pujangga - Aku disini masih merindukan setiap kenangan kita. Hari yang ku jalani tanpamu terasa begitu membosankan, terus menulis untuk melewati hari - hari yang membosankan ini, berharap Kau kembali disini, menemani ku. Buatlah hariku berwarna kembali.

Sama seperti kemarin, hari ini masih dengan suasa yang sama. Masih merindukanmu. Terkadang Aku bertanya kepada diriku sendiri, Kau itu apa? Kenapa begitu hebat dalam meninggalkan luka? Apa memang Aku yang terlalu lemah?
"Karena ku sadar, dalam cinta memang butuh suatu pengorbanan.
Ku anggap hadir dan pergimu adalah hadiah, atau mungkin sebuah anugrah."
Puisi yang berjudul Puisi Mungkin Aku Bukan Pujangga, adalah puisi karangan dari teman Saya yang bernama Afik. Dia juga penulis di blog Cerita Saja. Seperti biasa, Saya akan memberikan link sosmed penulis dan alamat blog penulis di akhir artikel ini.

Jujur Puisi Mungkin Aku Bukan Pujangga, seperti cerita tentang Dia yang pergi meninggalkan ku. Dan terkadang Aku masih berharap agar Dia kembali hahahaha... Dan memang Puisi ini Sedih, dan Galau. Dari pada terlalu dalam larut dalam masa lalu, ini dia ku persembahkan Puisi Mungkin Aku Bukan Pujangga :D

Puisi

Puisi Mungkin Aku Bukan Pujangga

Ketika ku dengar hembusan suara angin, sesaat terlintas kenangan dimasa lalu.
Aku tak tahu apakah sama yang Kau rasa denganku saat ini.
Ketika ku coba tuk merelakan kepergianmu.
Entah mengapa begitu terasa amat sakit luka yang menggores dada ini.

Hari demi hari ku lewati, melukis angan dihati dan berharap Kau kembali.
Namun apa daya semua itu hanya sebatas mimpi yang tak mungkin bisa terjadi.
Sejenak ku rebahkan badan, menatap kesunyian malam.
Gemerlap bertabur bintang dan berharap Aku akan tenggelam.
Tenggelam dalam keheningan, dalam dan terus semakin dalam.

Kini ku mulai terbiasa, hadir dan pergimu telah digariskan.
Karena ku sadar, dalam cinta memang butuh suatu pengorbanan.
Ku anggap hadir dan pergimu adalah hadiah, atau mungkin sebuah anugrah.
Anugrah terindah yang pernah ku miliki, sebuah hadiah dari sang Ilahi.

Mungking Aku bukan pujangga, yang pandai merangkai kata.
Ku tak mampu memberikanmu apa - apa, yang ku punya hanya cinta.
Meski kini Kau telah sirna, bersama semua kenangan yang telah kita lewati bersama.

"Afik"
Terima kasih telah membaca Puisi yang sedih ini, dan terima kasih untuk Afik yang telah mengirim Puisi Mungkin Aku Bukan Pujangga ke blog PerasaanKu.

Profil : Afik
Blog Afik :  Cerita Saja

1 comment: