Puisi Akhirnya - Perasaanku

Sunday, March 19, 2017

Puisi Akhirnya

Puisi

Puisi Akhirnya - Awalnya gak niat sampai seperti ini, tapi dirimu membuatku melakukannya. Berjuang untukmu padahal itu hanya sia - sia. Sebenarnya Aku belum ingin menyerah, tapi tidak ada pilihan lain.

Di siang hari yang cuacanya cerah, namun terasa dingin di ruangan ini. Aku menulis sebuah puisi yang mewakili perasaan ini kepadanya hehehehe.

Puisi yang di posting ini berjudul "Akhirnya", karena akhirnya perjuanganku terhenti dengan sendirinya. Padahal masih sanggup untuk berjuang.

Mungkin lebih baik Aku pergi darimu saja, membawa sebuah kenangan yang hanya Aku miliki. Puisi Akhirnya.

Puisi Akhirnya

Menatap dari jauh, ingin ku sentuh
Tapi sesuatu, telah menghalangi langkahku
Aku belum ingin menyerah
Tapi keadaan yang membuatku pasrah

Adnan M

2 comments:

  1. Kalo gak sama bacanya kurang menyentuh

    ReplyDelete

  2. Jauh disudut tirani hati
    disenja yang ungu
    ada kalbu yang terbingkai
    indah dengan sutra2 angkasa
    Klausa rindu perlahan bersemi
    diantara senyuman bunga mawar merah
    diujung jari manis gelatik manis
    ada kata rindu yang memikat
    indah cincin permata melingkar
    begitu anggun mempesona
    warna warni pelangi senja
    diseberang mata langit
    menghujat gerimis yang menangis
    diatas permadani bumi
    selama nafas tiada terganti
    oleh perhelatan sekuntum janji sang izrail
    selaras asa menorehkan pena
    indah mengalir perlahan
    mengukir keindahan kisah cinta
    yang tiada bertepi dan berujung
    kisah yang tiada membekas
    mengukir segenap jiwaku
    tuk sanggahkan takdir Illahi
    bilamana tak seindah ikrar janji
    sang Malaikat Jibril
    biarlah kan kularung kuncup mawar merah
    sebagai perlambang kesetianku
    tuk berkaca didinding langit
    kala gemerlap pemintang menyeka sajadah alam

    - Jeritan Hati "

    ReplyDelete