Puisi Penerang di Kegelapan - Perasaanku

Sunday, December 4, 2016

Puisi Penerang di Kegelapan

Puisi Penerang di Kegelapan

Puisi Penerang di Kegelapan - Selamat pagi menjelang siang, Dirimu yang sudah tidak lagi dihati, Namun rasa sakit itu tetap di sini. Melihatmu setiap hari semakin cantik, Membuatku tidak bisa berkutik, Dan hanya akan membuatku semakin sakit. Tapi sekarang hati ini kembali bersinar, hingga cerita tentangmu sudah memudar, bahkan sekarang luka itu tidak lagi kurasakan.

Seperti janji di postingan sebelumnya PerasaanKu akan memposting tentang puisi, puisi yang saya posting ini adalah puisi pertama saya yang berjudul Penerang di Kegelapan. Nanti saat saya posting berjudul Puisi Penerang di Kegelapan.

Memang judul puisi ini mirip dengan judul cerpen yang waktu itu saya posting, judul Cerpen Penerang di Kegelapan, dan judul Puisi Penerang di Kegelapan. Jadi tadi setelah saya baca kembali Puisi Penerang di Kegelapan ini, kok agak bingung ceritanya hampir sama dengan yang di cerpen, padahal saat membuat puisi penerang di kegelapan ini, saya membuatnya di kelas dan waktunya terbatas.

Jadi saat itu hari selasa ada pelajaran Seni Budaya, ada praktik untuk musikalisasi puisi. Tanpa berpikir panjang saya buat puisi penerang di kegelapan ini, waktu itu puisi ini belum ada judulnya, setelah saya baca lagi barusan. Ternyata ceritanya sama dengan cerita di cerpen. Yaudah saya samakan aja judulnya dengan yang di cerpen. Coba bagi yang sudah baca cerpen saya yang berjudul penerang di kegelapan. Kira - kira mirip apa tidak dengan puisi penerang di kegelapan. Kepokan gimana puisinya? Yaudah ini dia puisi penerang di kegelapan.
Baca juga untuk versi cerpen penerang di kegelapan : Cerpen Penerang di Kegelapan.

Puisi Penerang di Kegelapan

Saat itu
Hati ini masih terbuka untukmu
Ingin menjalani hari - hari bersamamu
Tanpa berpikir ada batas waktu

Namun kini
Diriku ini
Sudah terlalu kecewa terhadapmu
Sehingga hanya kata maaf yang bisa ku ucapkan kepadamu

Masa lalu yang pernah berakhir
Kini mulai kembali hadir
Tanpa diminta diapun datang
Dengan membawa sebuah kasih sayang
Namun hati ini sudah berbeda
Apa Kau lupa? Terakhir Kau tancapkan luka

Hari ini
Sinar mentari kembali datang
Menyinari hatiku dengan begitu terang
Ku harap hari ini tidak pernah berakhir
Sehingga Aku berpikir
Takan pernah kehilangan lagi
Rasa Sayang seperti ini.

"Adnan M"

2 comments:

  1. puisinya enak dibaca sih, gan. Cuman ane masih kagak ngerti maknanya ... hehe

    ReplyDelete